Secuil Kedurhakaan

Saat waktu berpenggal tiga, pada heningnya pusaran masa yang gelap.

Seorang tanpa bersalah membenamkan seluruh lambungnya pada hangatnya selimut malam dalam ranjang kenyenyakan.

Sorot, tetap saja kutajam merendahkan. Menyeret dengan ujubnya pada ratapan alas lusuh di kaki Tuhan, walau tanpa makna sekalipun.

Dengan berkehati-hatian, kusandarkan ia pada bibir nekara seraya memperturutkan secuil kedurhakaan.

Januari 03

penyair: Lufti Avianto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s