Teknik Menulis Artikel Ilmiah (1)

Oleh: Indra J. Piliang
pengamat bidang sosial politik CSIS

Saya menjadi kolomnis Sepanjang tahun 2001 saya menulis 67 artikel atau kolom; tahun 2002 sebanyak 68; tahun 2003 sebanyak 60, dan tahun 2004 naik lagi menjadi 65. Itu yang berhasil saya dokumentasikan, karena memang ada sejumlah yang lain yang kurang terlacak. Saya juga menulis dalam jurnal ilmiah, menyumbang tulisan untuk sejumlah buku, dan menulis makalah untuk seminar dan diskusi. Boleh dibilang kegiatan menulis adalah kegiatan utama saya. Saya ingat ucapan dosen saya, pak Ismail Marahimin: “Kalau anda lulus dan mendapatkan nilai A, itulah modal hidup anda.”

Ide TulisanLalu darimana ide-ide tulisan saya. Pertama, tentunya berangkat dari kegelisahan pribadi. Saya merupakan pribadi yang gelisah. Kalau saya merasakan sesuatu, biasanya saya mengambil buku kecil mencatat ide-ide saya. Atau langsung menulisnya saat itu juga. Karena dilahirkan dari keluarga miskin dan hidup dalam penderitaan di Jakarta, selalu saja saya curiga kepada penguasa dan kekuasaan. Boleh
dikatakan saya mempunyai banyak musuh: tentara, laskar, partai politik (terutama Partai Golkar), dan lain-lainnya. Hal inilah yang membuat saya terus memproduksi tulisan-tulisan kritis dan emosional, terutama kalau arogansi kekuasaan muncul. Ide-ide itu juga lahir dari semangat penolakan kepada argumen-argumen orang lain. Selama tinggal di
Tangerang, saya terbiasa mengkliping artikel-artikel koran dari penulis ternama, lantas mencorat-coret pikiran-pikiran mereka.

Kedua, ide tulisan yang bersifat perubahan dan pembaharuan muncul dari keterlibatan saya di banyak organisasi masyarakat sipil, misalnya: Forum Indonesia Damai, Koalisi untuk Konstitusi Baru, Gerakan Tidak Pilih Politisi Busuk, Perhimpunan Rakyat Jakarta untuk Pemberantasan Korupsi, Perkumpulan Masyarakat Jakarta Peduli Papua, Koalisi Media untuk Pemilu Bebas dan Adil, Komisi Darurat Kemanusiaan, Kelas Indonesia Alternatif dan lain-lain. Berbagai pemikiran yang berkembang dalam forum-forum itu saya teruskan ke media. Apalagi, sebagai orang yang mulai dikenal sebagai pengamat politik, saya terkadang merasa jengah dengan apa yang dikutip dari wawancara dengan saya. Biasanya, dari sejumlah wawancara panjang, tampilan di media tidaklah utuh.
Makanya, untuk “meluruskan” -nya dan menampilkannya secara utuh, saya memutuskan menulis tema dari wawancara yang berangkat dari peristiwa politik itu.

Ketiga: berasal dari fokus penelitian saya selama di CSIS, yakni menyangkut otonomi daerah, partai politik, demokrasi dan konflik. Lingkungan pergaulan di CSIS begitu menyenangkan, karena terdapat banyak nama yang dikenal oleh publik luas, seperti J Kristiadi, Kusnanto Anggoro, Rizal Sukma, Tommy Legowo, dan lain-lainnya. Beberapa tugas kantor akhirnya saya rasakan bisa disampaikan kepada publik. Dari sinilah muncul tulisan-tulisan yang tidak berdasarkan peristiwa politik, melainkan lebih kepada pengembangan konseptual atau bahkan hanya sekadar pelipur lara. Tulisan-tulisan ini lebih reflektif, karena mencoba melihat sesuatu dari luar praktek politik keseharian.

Keempat, berasal dari fokus pribadi saya, yakni menyangkut tema masyarakat sipil, Papua dan Aceh. Perjalanan saya ke daerah juga menjadi inspirator, makanya muncul tulisan soal Samarinda, Pekanbaru, Maluku, Aceh, Papua, dan lain-lain. Saya selalu ingin mencari tahu ada apa dibalik perlawanan atas Jakarta. Sesuatu yang saya cita-citakan sejak dulu, yakni bertualang ke banyak negeri, akhirnya tercapai. Tidak terasa, saya menjelajahi sebagian besar ibukota provinsi di Indonesia. Hanya Gorontalo, Kendari (Sulawesi Tenggara), Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Mamuju (Sulawesi Barat) dan Monokwari (Irian Jaya Barat) yang belum saya kunjungi. Indonesia nyatanya tidak seperti yang kita baca lewat informasi buku dan media.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s