Aku Ingin Menulis

Oleh : E. Martina Sriwulaningsih

Menulis bukan sekedar menebar karya sebagai pembuktian adanya kemampuan yang kita miliki. Akan tetapi sadarkah kita, bahwa dengan menulis ternyata dapat kita tangkap sebagai proses pengembangan pribadi. Tulisan-tulisan yang telah kita karyakan tak hanya memberikan kepuasan saat dimuat di sebuah koran, majalah ataupun tabloid yang dibaca publik. Jika kita mau menilik kembali dan mencermati secara keseluruhan apa yang telah kita tulis, kita juga akan dapat melihat bagaimana diri kita berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Tak hanya tulisan propagandis, politis atau semacam essay saja yang dapat menguak pribadi secara tak sadar, bahkan coretan pena berupa puisi dan cerpen pun dapat membawa kita memahami diri kita sendiri. Apa yang kita tuliskan mencerminkan bagaimana kita berpikir dan menyikapi suatu keadaan. Segala pengalaman yang pernah kita alami akan terabadikan dalam tulisan kita. Melalui tulisan kita dapat melihat dan memahami perilaku manusia yang tidak tampak, yaitu berpikir. Perlu disadari bahwa yang menjadi sumber dari segala perilaku dan tindakan kita adalah proses berpikir itu sendiri. Dengan demikian kita dapat mengetahui sejauh mana perkembangan pola anil kita dan apa yang perlu kita tingkatkan untuk menuju suatu pribadi yang utuh.

Tulisan merupakan potret ingatan, pengalaman dan pengetahuan yang telah kita miliki. Seperti yang sempat dikutip dari buku Pengalaman Menulis Buku Nonfiksi, “Aku menulis buku agar gambaran pribadiku tak Cuma luluh lantak binasa ditelan Sungai Sang Kala Tergurit di atas ingatan sahabat – handai – tolan” (Widarso, 2005). Melihat apa yang terjadi dalam diri kita, memahaminya, menjelajah apa kelemahan dan kelebihan diri kita, hingga kita menyadari diri kita apa adanya dan menggugah semangat kita untuk senantiasa menjadi lebih baik lagi.

Paling tidak, kita bisa menulis untuk orang lain dan untuk diri kita sendiri. Segala kritik dan komentar berarti penilaian orang lain terhadap diri kita. Tak perlu kita takut akan cemoohan dan cercaan orang lain, itulah cambuk bagi kita untuk memperbaiki apa yang telah kita buat dan kita lakukan. Semakin kita berusaha memperbaiki tulisan yang telah kita buat, ide-ide yang kita miliki juga akan semakin mengalami pengembangan.

Menulis menjadi sesuatu yang sangat mengesankan dari pribadi-pribadi yang telah menorehkan tintanya di atas lembar putih yang mereka pilih. Ide-ide yang mengalir dengan bebas dan indahnya, sangat mengasyikkan! Ide-ide yang kemudian terangkum dalam kalimat-kalimat yang telah disusun sedemikian rupa agar tersampaikan kepada sesama untuk berbagi dan saling mengisi dalam perjalanan hidup. Betapa berartinya hidup saat kita ani berbagi tentang apapun yang kita pikirkan dan apa yang kita rasakan. Keutuhan yang kita rasakan dalam diri kita sendiri dengan segala keberanian dan kejujuran yang kita miliki. Menulislah selama kau masih ani menggerakkan penamu dia atas lembaran putih yang siap menemanimu berpetualang dengan idemu. Tak perlu takut katakan pendapat lewat tulisan asal tahu batas!* * *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s