Jenis Resensi

Oleh : Hafijah.

Saryono (1997:61—63) membagi resensi buku berdasarkan sudut pandang atau sudut tinjauannya. Sudut pandang atau sudut tinjauannya yang digunakan adalah resensi berdasarkan media atau forum atau sajiannya dan resensi berdasarkan isi resensi atau isi sajiannya. Berdasarkan media atau forumnya, resensi buku dibagi menjadi (1) resensi ilmiah dan (2) resensi ilmiah populer.

Hal yang membedakan kedua resensi tersebut adalah bahasa dan tata cara penulisan yang digunakan. Dalam resensi ilmiah digunakan tata cara keilmuan tertentu, menggunakan rujukan atau acuan, dan bahasa resmi dan baku serta yang dipaparkan selengkap-lengkapny a. Sementara itu, resensi ilmiah populer tidak mengguakan rujukan atau acuan tertentu. Selain itu, isi resensi seringnya hanya memaparkan bagian-bagian yang menarik saja. Penyajiannya pun tidak terlalu tunduk pada bahasa resmi atau baku.

Berdasarkan isi sajian atau isi resensinya, resensi buku digolongkan menjadi (1) resensi informatif, (2) resensi evaluatif, dan (3) resensi informatif-evaluati f. Resensi informatif hanya berisi informasi tentang hal-hal penting dari suatu buku. Pada umumnya, isi resensi informatif hanya ringkasan dan paparan mengenai apa isi buku atau hal-hal yang bersangkutan dengan suatu buku.

Resensi evaluatif lebih banyak menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku atau hal-hal yang berkaitan dengan buku. Informasi tentang isi buku hanya disajikan sekilas saja, bahkan kadang-kadang hanya dijadikan ilustrasi. Sementara itu, resensi informatif-evaluati f merupakan perpaduan dua jenis resensi tersebut. Resensi jenis ini di samping menyajikan semacam ringkasan buku atau hal-hal penting yang ada di buku juga menyajikan penilaian peresensi tentang isi buku. Resensi jenis ketigalah yang dapat dikatakan paling ideal karena bisa memberikan laporan dan pertimbangan secara memadai.

Selain jenis resensi di atas, masih terdapat jenis resensi yang lain. Hal ini diungkapkan oleh Samad (1997) yang membagi resensi menjadi dua jenis, yaitu resensi buku nonsastra dan resensi buku sastra. Dilihat dari namanya, jenis yang pertama pastilah membahas, memaparkan, dan menilai buku-buku nonsastra. Resensi buku nonsastra bisa disajikan secara informatif, evaluatif atau informatif-evaluati f. Meresensi buku sastra hampir menyerupai dengan mengapresiasi karya sastra. Hal ini disebabkan materi atau unsur-unsur yang membangun karya sastra berbeda dengan buku nonfiksi.

Di dalam buku sastra (karya sastra) terdapat unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Kedua hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam menilai buku sastra. Dalam meresensi buku sastra, seorang peresensi harus bisa menyimak nilai kehidupan yang termuat dalam karya sastra tersebut. Seorang peresensi juga harus dapat menyampaikan dua lapisan penilaian atau pertimbangan, yakni nilai literer dan manfaat untuk hidup. Nilai literer terungkap dari kegiatan mengapresiasi karya sastra tersebut dan manfaat untuk hidup terungkap dari apresiasinya atas kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s