Susuri Kampung Cari Pelanggan

*) Ditulis untuk PKPU, dimuat di Harian Indopos 10 Desember 2008

Oleh: Lufti Avianto

Berkilo-kilo meter ia tempuh setiap hari dengan sepeda yang warnanya tak lagi hitam. Sepeda butut ini pula yang menemani pemuda 27 tahun itu menyusuri gang sempit yang satu ke gang sempit lain. Tak ada yang dilakukannya, kecuali mencari pelanggan yang ingin menggunakan jasanya untuk menyervis handphone (hape). Herman, begitulah pemuda tamatan Sekolah Dasar (SD) ini dikenal sebagai tukang servis hape keliling.

 

Terik matahari Kota Kembang, tak membuatnya berhenti mengayuh pedal sepeda mengelilingi kampung. Sejak pagi hingga petang, ia mencari pelanggan yang mau menggunakan jasanya. Bila beruntung, ia bisa menangani satu hape per hari. Tapi sayangnya, hari-harinya justeru lebih akrab dengan keringat dan lelah yang nyaris sia-sia karena tak ada permintaan servis.

Herman mengaku hanya mendapat 2-3 order dalam sepekan. Berbekal peralatan sederhana seperti solder dan voltmeter di dalam tas cangklongnya, ia bisa mengerjakan sesuai panggilan atau di rumahnya. Kemahirannya memperbaiki handphone ia pelajari secara mandiri alias otodidak. Meski hanya lulus SD, ia mampu menaklukkan rangkaian elektronika telepon selular yang rumit. Satu motivasi yang membuatnya bertahan dan mempelajarinya dengan tekun, yakni membantu masalah ekonomi keluarga.

Kehidupan Herman dan keluarganya belum dapat dikatakan cukup. Ayah Herman hanyalah seorang kuli bangunan dengan upah sekitar 25 ribu sehari, sementara ibunya tak bekerja. Biaya hidup di kota besar layaknya Bandung, tidak cukup untuk membayar uang sewa rumah sebesar Rp. 300 ribu di Gg. Sekepondok I No. 196/139A Cikutra, Jawa Barat. Ini belum termasuk biaya sekolah adik-adik, makan sehari-hari dan menanggung hidup sepasang kakek-neneknya. Maka, anak kedua dari empat bersaudara ini berinisiatif meringankan beban keuangan keluarga dengan menjadi tukang servis hape keliling.

Dalam satu bulan, Herman bisa menghasilkan Rp. 400 ribu. Ia merasakan, pengetahuannya yang dimiliki masih banyak kekurangan dan perlu ditingkatkan. Ini penting, agar ia bisa mengatasi persoalan hape pelanggannya dan meningkatkan pendapatannya.

Beruntung, seorang kawannya, Ilham (25) memberitahukan adanya Pelatihan Service HP oleh Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU. Bekerjasama dengan salah satu penyedia layanan jasa komunikasi Excelcomindo (XL), PKPU memberikan beragam keterampilan yang berhubungan dengan telepon selular itu dari ‘A’ sampai ‘Z’.

Pelatihan yang digelar selama enam pekan sejak 30 April lalu, diikuti sepuluh peserta yang terpilih untuk mendapatkan beragam pengetahuan. Seperti keterampilan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), peluang usaha dunia seluler, serta manajemen usaha hape. Dengan pendekatan yang aplikatif dan menekankan studi kasus terhadap hal-hal yang sering terjadi di lapangan, diharapkan peserta dapat terampil dan berani mengembangkan aplikasi materi yang dipelajari.

Setelah lulus pelatihan itu, harapan Herman perlahan mulai terwujud. Pengetahuannya meningkat –dan yang terpenting¬– pendapatannya naik hingga 50% karena kerap kebanjiran order servis. Bahkan dalam sehari ia bisa menyervis dua hape. “Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan ini pendapatan saya di pertengahan Juni saja sudah Rp. 600 ribu, mudah-mudahan masih terus meningkat,” harapnya berbinar.

Kini, ia tengah berupaya mewujudkan cita-citanya yang lain. Dalam waktu dekat, Herman bersama rekan-rekan pelatihannya akan membuka kios servis hape untuk memenuhi permintaan yang kian meningkat. Berulangkali Herman mengucapkan syukur atas pelatihan gratis yang ia dapatkan. Pelatihan yang sangat berguna baginya sebagai tukang servis hape keliling.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s