Terinspirasi Air

Oleh: Lufti Avianto

*) Ditulis untuk Majalah GIVING

Pembawaannya tenang dan bersahaja. Meski menjadi orang nomor satu di sebuah perusahaan besar penyedia jasa telekomunikasi di negeri ini, PT XL Axiata Tbk, namun itu tak membuat Hasnul Suhaimi jumawa. Kiprahnya yang melintasi batas-batas geografis bersama industri telekomunikasi, tak membuatnya lupa pada aktifitas sosial.

Semua bermula pada tahun 1999. Beberapa orang dari organisasi perantau asal kampung halamannya, Bonjo-Sungai Baringin (Bonsai), Sumatera Barat di Jakarta menemui Hasnul. Mereka mengajak ayah dua anak ini untuk mengumpulkan dana. Tujuannya, untuk membantu biaya pendidikan anak-anak sekampung di ibukota yang tidak mampu.

Sebagai perantau, Hasnul mewakili stereotype orang Minang yang memiliki ikatan batin sangat kuat dengan kampung halamannya “Tentu saja saya setuju dan ikut menyumbang,” kata peraih penghargaan CEO Idaman 2009 versi Majalah Warta Ekonomi ini.

Tapi, lama-kelamaan, Hasnul berhadapan dengan kenyataan bahwa anak yang membutuhkan bantuan kian banyak. Hingga pada suatu hari, takdir mempertemukannya dengan seorang teman yang memiliki yayasan anak asuh. Kemudian dia bergabung.

“Mungkin sudah diatur oleh Allah, saya bertemu dengan seorang teman yang kebetulan memiliki yayasan anak asuh. Dia mengajak saya bergabung. Kebetulan, pikir saya. Maka, saya pun menyambutnya,” kenang lulusan Teknik Elektro ITB ini senang.

Uang dari saku pribadinya pun digelontorkan untuk program anak asuh itu. Ditambah dengan dana dari donatur lain, Hasnul mencoba meringankan beban anak asuhnya. Jumlahnya hampir 100 anak dari tingkat, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. “Kami biayai pendidikan mereka sampai kuliah,” ucapnya.

Namun, ketika dana yang mesti dikeluarkan per semester semakin naik, satu per satu temannya justru mengundurkan diri. Hal ini dapat dimaklumi karena kondisi bisnis saat itu sedang kurang kondusif. “Sekarang, praktis tinggal saya sendiri yang menjalankan misi sosial ini. Tanpa organisasi maupun yayasan,” kata Hasnul yang mendapat dukungan dari sang istri.

Kini, program itu berjalan dengan bantuan sanak keluarga yang menjadi sukarelawan. “Satu mengurus yang di Jakarta dan satu lagi di kampung halaman sana,” kata dia. Apa yang membuatnya tetap bertahan dalam program anak asuh itu? “Membantu meringankan beban hidup sesama rasanya membuat hidup kita terasa lebih bermakna,” kata penggemar serial House dan Friends ini.

Kendati baru sebatas orang-orang dari kampung halamannya saja, namun baginya ini merupakan langkah kecil untuk sebuah tujuan yang lebih besar. “Bayangkan, kalau setiap orang yang mampu berbuat hal yang sama, membiayai anak-anak tak mampu dari kampung halaman masing-masing, maka akan semakin banyak anak Indonesia yang tertolong pendidikannya,” katanya bersemangat.

Keberhasilan Hasnul saat ini, tak terlepas dari nasihat kedua orangtuanya. “Ayah saya selalu berpesan ‘carilah ilmu sebanyak-banyaknya’, sedangkan ibu saya selalu mengingatkan ‘kamu boleh menjadi apa pun, tapi ingat itu tetap dunia’,” kenang anak kedua dari enam bersaudara ini. Karena itu, Hasnul merasa mantap menjalani kehidupan dengan wejangan tadi.

Apapun yang dilakukan, Hasnul selalu berorientasi pada manfaat. Keputusannya pindah dari Indosat ke Excelcomindo pada empat tahun lalu itu, bukan semata-mata karena iming-iming gaji besar dan fasilitas yang wah. Untuk yang satu itu, ia punya pendapat lain. “Kelebihan saya sudah tidak terlalu dibutuhkan lagi. Saya pikir lebih baik mencari tempat yang masih membutuhkan skill yang sama. Sementara untuk XL mungkin masih ada gunanya,” jelasnya.

Karena itu, tiap langkah hidupnya kerap mengalir seperti air. “Jadilah seperti air yang mengalir. Mengalir di mana pun tetap dibutuhkan dan berguna. Dengan begitu anda akan menjadi manusia yang punya value added dengan ilmu yang Anda miliki,” pesan lelaki yang punya resep tertawa dan bersyukur untuk awet muda ini.

***

Biodata

Hasnul Suhaimi
Tempat Tanggal Lahir : Bukit Tinggi, 23 April 1957

Pendidikan
: Teknik Elektro ITB, Bandung (S1) – 1981
: Master Business of Administration dari Universitas of Hawaii di Manoa, USA (MBA) – 1992

Karir
: Instrument Engineer Schlumberger 1981-1982
: Staf s.d General Manager PT. Indosat 1983-1998
: Direktur Niaga PT. Indosat 1998-2000
: Direktur Utama PT. Indosat 2001-2002
: Direktur Consumer Market PT. Indosat 2002-2005
: Direktur Utama PT. Indosat 2005-2006
: Direktur Utama PT. XL Axiata Tbk, 2006-sekarang

Penghargaan
: Satyalancana Wira Karya (Presiden Megawati Soekarnoputri) 2003
: Satyalancana Pembangunan (Presiden Megawati Soekarnoputri) 2004
: Celular Man of The Year (Asosiasi Jurnalis Indonesia) 2005
: Lifetime Achievement (Indonesia Celular Award) 2006
: International Who’s Who Professional 2008
:Outstanding Entrepreneurship Award (Asia Pasific Entrepreneurship Award) 2008
: The Best CEO on Innovation Management (Anugerah Business Review) 2008
: PR People of The Year 2009 (Majalah Marketing MIX Gold Winner kategori Company Spoke Person) 2009
: The Best CEO (10 Best CEOc Majalah SWA) 2009
: Top 10 10 Figures in Technlogy Industry 2009 (Majalah Techlife)
: Person of The Year (Forsel Award) 2009
: Sebagai CEO Idaman untuk Industri telekomunikasi dan salah satu CEO Idaman kategori lintas industri versi Majalah Warta Ekonomi, Desember 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s