Kilometer Satu

Oleh Lufti Avianto

*) Ditulis untuk Dompet Dhuafa Republika


“Dorrrr…”

DESINGNYA bergema. Selongsong peluru meloncat ke udara, menandai perlombaan lari dengan jarak tempuh 30 kilometer, dimulai. Jutaan, bahkan milyaran peserta yang berada di belakang garis ‘start’, mulai berlari. Para peserta beragam; lelaki dan perempuan, tua, muda, bahkan ada anak-anak yang kesemuanya berasal dari beragam etnis dan suku bangsa dari seluruh penjuru dunia; Asia, Eropa, Afrika, Australia juga Timur Tengah.

Ya, inilah lomba lari yang rutin digelar setiap tahun. Setiap peserta, memiliki catatan rekor masing-masing pada perlombaan sebelumnya. Karena itu para atlet selalu mengevaluasi dan melakukan persiapan untuk menghadapi perlombaan berikutnya. Tak hanya persiapan fisik, seperti rutin berolahraga tetapi juga kemantapan mental untuk menghadapi perhelatan ‘akbar’ itu. Tentu harapan para pelari yang beradu cepat itu sama, menjadi juara.

Perlombaan lari, seperti digambarkan di atas, tentu sudah jamak kita dengar sebagai analogi ibadah puasa di bulan Ramadhan. Para penduduk bumi yang beriman, telah diseru Allah Swt. melalui firman-Nya, Surah Al-Baqarah 183. Mereka merupakan peserta yang berburu kemenangan dan kemuliaan Ramadhan. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas umat sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Dan kini, kita baru saja memasuki kilometer satu. Lazimnya perhelatan lomba, umat Islam tentu sudah melakukan persiapan untuk menjadi kampiun Ramadhan. Persiapan, latihan dan pemanasan, tentu sudah kita lakukan. Sebagaimana diajarkan Nabi tercinta, Muhammad Saw. yakni dengan berpuasa dan menjalankan ibadah sunah lain pada bulan Rajab dan Sya’ban. Ini dimaksudkan agar tak terjadi ‘keram’ saat menempuh sebulan penuh ‘lintasan’ Ramadhan.

Begitu juga persiapan mental. Perasaan dan semangat untuk menggapai kemuliaan Ramadhan, juga sudah dipupuk dua bulan sebelumnya. Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa RasulullahShallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa melakukan ibadah Ramadhan karena iman dan mengharap ridho-Nya, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat.” (Muttafaq Alaihi).

Persiapan mental adalah persiapan iman dan niat. Bahwa dengan iman yang aktiflah, tubuh ini akan mampu bergerak melakukan aktifitas ibadah, baik wajib dan sunah. Bahwa dengan niat yang luruslah –hanya karena Allah Swt. – seluruh amal ibadah kita akan diterima, ditulis di sebelah kanan catatan amal kita, dan dibalas dengan kebaikan di Hari Pembalasan. Dan tentunya, mendapat gelar ‘takwa’ sebagai puncak kemenangan atas jerih payah di bulan mulia itu.

Nah, kilometer pertama tengah kita tempuh saat ini. Masih ada sekitar 29 kilometer berikutnya yang menanti di bulan yang penuh keberkahan ini. Janganlah disia-siakan kesempatan emas ini untuk memperoleh banyak keuntungan; keberkahan, pengampunan dan ‘tiket’ pembebasan dari api neraka. Karena sejatinya, berpuasa tidak hanya urusan menahan lapar dan dahaga saja, tetapi juga menahan nafsu dan syahwat indera yang lima. Seperti disebutkan dalam hadits berikut:

Abu Hurairah r.a, berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Allah berfirman, “Setiap amal anak Adam itu untuknya sendiri selain puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang membalasnya. Puasa itu perisai. Apabila ada seseorang di antaramu berpuasa pada suatu hari, maka janganlah berkata kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci makinya atau memeranginya (mengajaknya bertengkar), maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa.’ Demi Zat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah adalah lebih harum daripada bau kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang dirasakannya. Yaitu, apabila berbuka, ia bergembira; dan apabila ia bertemu dengan Tuhannya, ia bergembira karena puasanya itu.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s