Al-Quran & Kedermawanan

Oleh: Lufti Avianto

*) Ditulis untuk Dompet Dhuafa Republika

Sahabat Anas ra. pernah mengisahkan: “Pada suatu hari ada seseorang yang datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau memberinya hadiah berupa kambing sebanyak satu lembah. Spontan lelaki itu berlari menemui kaumnya dan berkata kepada mereka: ‘Wahai kaumku, hendaknya kalian semua segera masuk Islam, karena sesungguhnya Muhammad memberi pemberian yang sangat besar, seakan ia tidak pernah takut kemiskinan.” (HR Muslim).

SEPERTI yang sudah kita ketahui bahwa manusia paling dermawan adalah Nabi Muhammad Saw. dan sikap derma ini akan semakin bertambah di bulan suci Ramadhan. Hadits di atas merupakan salah satu pertanda bahwa kedermawanan Rasulullah bisa dirasakan semua orang tanpa mengenal suku, agama, golongan atau ras, meski di antara masyarakat itu memiliki perbedaan martabat dan kekerabatan.

Ibnu Hajar Al Asqalaani menjelaskan bahwa  kedermawanan dalam syariat Islam adalah memberi sesuatu yang layak kepada orang yang pantas menerimanya. Dengan penjelasan ini bisa dipahami bahwa kedermawanan memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan sedekah. Lalu, bagaimana korelasi antara al-Quran dengan kedermawanan seseorang? Bagaimana Rasulullah yang dermawan mencapai puncaknya saat bulan suci Ramadhan?

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, “Rasulullah saw. adalah orang yang paling dermawan dalam hal kebaikan. Beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan. Sesungguhnya malaikat Jibril bertemu dengan beliau setiap tahun pada bulan Ramadan sampai selesai. Rasulullah Saw. membaca Al-Quran di hadapannya. Saat Rasulullah saw. bertemu dengan malaikat Jibril, maka beliau adalah orang yang paling dermawan dalam hal kebaikan melebihi angin yang berhembus.” (HR. Muslim).
Para ulama menjelaskan hadits di atas tentang korelasi al-Quran yang dibaca Nabi Saw. di bulan Ramadhan, terlebih lagi setelah membacanya di hadapan Jibril. Ada perubahan yang dirasakan Nabi, yakni saat membaca dan memahami kandungan Al-Quran, maka mendorong beliau semakin merasa cukup dan terhindar dari sifat tamak. Perasaan inilah yang mendasari dan melipatgandakan kedermawanan beliau, di samping mengingat bahwa Allah Swt. juga melipatgandakan karunia-Nya. Dalam hadits lainyang diriwayatkan Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: “Rasulullah saw. tidak pernah dimintai sesuatu kemudian beliau mengatakan: Tidak. (HR. Muslim).

Kita bisa melihat bagaimana al-Quran dengan setiap hikmah dan makna yang dikandungnya ‘bekerja’ terhadap kedermawanan seseorang. Pada sisi ini, tentu kedermawanan seseorang harus berdimensi sosial terhadap masyarakat. Karena itu, setiap kalimat di dalam al-Quran yang kita baca dan hayati semestinya membawa dampak pada sikap kedermawanan kita. Bila tidak, koreksilah kembali setiap bacaan kita.

Keutamaan yang ada di dalam bulan suci Ramadhan saat ini, seharusnya bisa dimanfaatkan setiap umat Islam sebagai momen untuk mendulang kebaikan dan proses perbaikan diri menjadi ‘lebih’ dermawan. Tidaklah al-Quran yang kita baca memberikan dampak yang diharapkan, bila masih ada tetangga kita yang kelaparan dan tak ada makanan untuk berbuka. Tidak juga al-Quran memberikan cahaya dan hikmahnya, bila hati kita tak pernah tergerak untuk membantu anak yatim, fakir, miskin,gharim, atau sesama yang benar-benar memerlukan uluran tangan.

Yang jelas, selain kedermawanan seorang Muslim berdimensi keimanan terhadap dirinya, juga berdimensi sosial. Ia akan membawa dampak bagi dirinya: merasa cukup, mengikis kekikiran dan ketamakan, sementara manfaat lain juga dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Jangan takut untuk menjadi dermawan. Karena kekikiran dan ketamakan justru hanya akan menyeret kita pada kehancuran.

“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun padanya, kemudian salah satunya berucap (berdoa): ‘Ya Allah, berilah orang yang berinfaq pengganti,’ sedangkan yang lain berdoa: ‘Ya Allah timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfaq) kehancuran.’” (Muttafaqun ‘alaih)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s