Dokter Hebat

Oleh: Lufti Avianto

*) Ditulis untuk Dompet Dhuafa Republika

“Berpuasalah kamu, agar kamu sehat.” (HR. Tirmidzi).

PUASA memang memberikan dampak positif bila dilihat dari aspek kesehatan. Tak ada yang memungkiri fakta ini, yang juga telah diungkapkan Rasulullah Saw. belasan abad silam. Secara tak langsung, memang puasa telah menjadi ‘seorang dokter pribadi yang hebat’ bagi umat Islam yang menjalankannya. Salah satu sebab inilah, mengapa Allah Swt. menyuruh hamba-Nya berpuasa. Bagaimana mungkin?

Coba bayangkan sejenak, bagaimana lelahnya sistem pencernaan kita yang bekerja selama 18 jam sehari selama sebelas bulan yang lewat? Nah, selama bulan Ramadhan ini, sistem pencernaan itu beristirahat selama 14 jam sehari. Waktu ini cukup untuk mengistirahatkan kerja lambung yang sering memproses makanan secara berlebihan. Asalkan, saat berbuka, tidak melakukan aksi ‘balas dendam’ dengan melahap semua jenis makanan.

Jika puasa dilakukan dengan benar, maka manfaatnya, sebagaimana sabda Rasulullah di atas, akan menyehatkan orang yang menjalankannya. Karena, puasa sangat berbeda dengan starvasi (kelaparan). Dalam puasa, tubuh memiliki cadangan nutrisi yang cukup saat sahur dan berbuka.

Sehat dengan berpuasa, juga sudah direkomendasikan dokter seluruh dunia. Kabar terakhir, para dokter juga mengamini fakta ini dalam sebuah simposium mini bertema “Ibadah Berkualitas Selama Puasa Tanpa Gangguan Penyakit” yang digelar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Sabtu (7/8) lalu.

Saat berpuasa, tubuh kita mengalami penggelontoran racun atau detoksifikasi, peremajaan atau rejuvenasi dan penyeimbangan kondisi. Ini semua terjadi di dalam tubuh kita secara alami. Subhanallah. Pada sepuluh hari pertama, biasanya terjadi proses detoksifikasi besar-besaran dalam tubuh. Hasil penelitian medis menyebutkan, pada fase ini kadar gula darah, kolesterol, asam urat, menurus drastis. Bila dalam proses detoksifikasi dengan obat-obatan (tentunya mahal), proses ini bisa memakan waktu hingga empat pekan.

Selain itu, hasil penelitian terakhir juga menyebutkan manfaat puasa antara lain, menstabilkan berat badan yang berlebihan, meningkatkan kesuburan dan fungsi seksual pria, menghilangkan radang sendi, meningkatkan imunitas, dan terhindar dari penyakit kulit.

Mayoritas di antara kita akan mengeluarkan jutaan rupiah untuk perawatan kesehatan agar terhindar dari sejumlah penyakit di atas. Namun, Allah Swt. melalui syariat-Nya menawarkan pengobatan yang jauh lebih hebat dan tanpa biaya pula. Dengan puasa 30 hari Ramadhan, atau ditambah tiga hari setiap b”ulannya, maka kita telah melakukan perawatan kesehatan dengan “dokter pribadi yang hebat.”

Maka tak heran bila Rasulullah menganjurkan puasa, sebagaimana haditsnya; dari shahabat Abu Umamah, “wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku satu amalan yang Allah akan memberikan manfaat-Nya kepadaku dengan sebab amalan itu”. Maka Rasulullah bersabda, “Berpuasalah, sebab tidak ada satu amalan pun yang setara dengan puasa.” (HR. An-Nasaa’i).

Meski sudah banyak fakta yang dipublikasikan, namun dengan keterbatasan ilmu pengetahuan manusia, masih banyak rahasia puasa yang belum terungkap. Sebab, sebagaimana disebut dalam firman-Nya, “Dan andai kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah: 184). Karena itu, menjalankan ibadah puasa (shaum), tidak hanya memerlukan pengetahuan akan manfaat puasa bagi dirinya, tetapi perlu dengan niat dan keimanan yang haq, agar puasanya bernilai ibadah di hadapan Yang Mahakuasa. Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s