Delapan Puluh Tiga

Oleh: Lufti Avainto

*) Ditulis untuk Dompet Dhuafa Republika

Satu malam senilai seribu bulan. Kalau dikonversi, sama dengan delapan puluh tiga tahun. Jumlah yang luar biasa. Itulah malam kemuliaan (Lailatul Qadr). Karena itu, sungguh beruntung bila seorang hamba mengisi malam itu penuh dengan ibadah yang dianjurkan oleh Sang Nabi, Muhammad saw. Namun, tahukan kita malam yang dimaksud?

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan, tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. al-Qadr: 1-5).

Lailatul Qadr bermakna taqdir (penentuan) dan tadbir (pengaturan). Bisa pula dimaknai sebagai kemuliaan dan kedudukan. Kedua makna ini sejalan dengan sebuah peristiwa yang agung dalam sejarah kehidupan manusia, yakni peristiwa diturunkannya al-Quran, wahyu dan risalah. Menurut Sayyid Quth dalam Tafsir Fii Zhilalil Quran yang ia tulis, tak ada yang lebih agung dari peristiwa ini dalam hal petunjuknya tentang penentuan dan pengaturan dalam kehidupan seorang hamba.

Ada quantum amal. Ada peningkatan nilai pada malam itu. Sangat signifikan. Inilah keutamaan yang dikaruniakan Allah Swt. bagi umat Islam dibandingkan dengan umat-umat terdahulu. Karena itu, Rasulullah dalam sebuah sabdanya menganjurkan kita untuk mencari malam kemuliaan yang setara dengan seribu bulan itu. Terutama pada sepuluh terakhir, malam-malam yang ganjil. Meski pengetahuan tentang waktu persisnya Malam Kemuliaan itu turun, hanyalah Allah ‘Azza wa Jalla yang mengetahuinya.

Ubadah ibnush-Shamit berkata, “Nabi keluar untuk memberitahukan kepada kami mengenai waktu tibanya Lailatul Qadar. Kemudian ada dua orang lelaki dari kaum Muslimin yang berdebat. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya aku keluar untuk memberitahukan kepadamu tentang waktu datangnya Lailatul Qadar, tiba-tiba si Fulan dan si Fulan berbantah-bantahan. Lalu, diangkatlah pengetahuan tentang waktu Lailatul Qadar itu, namun hal itu lebih baik untukmu. Maka dari itu, carilah dia (Lailatul Qadar) pada malam kesembilan, ketujuh, dan kelima.’”

Namun, beliau mengisyaratkan, “Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa beberapa shahabat Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melihat lailatul Qadr dalam mimpi tujuh malam terakhir, maka barangsiapa mencarinya hendaknya ia mencari pada tujuh malam terakhir.” (HR. Muttafaq Alaihi).

Karena itu, pada sepuluh malam yang terakhir, Rasulullah “mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Muttafaq Alaih). Beliau juga mengajarkan kita untuk memperbanyak ibadah; tilawah al-Quran, shalat sunah, sedekah dan itikaf di masjid. Selain mendulangn banyak kebaikan, kita juga dianjurkan untuk memohon ampun atas kesalahan dan maksiat yang telah kita lakukan.

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tahu suatu malam dari Lalilatul Qadr, apa yang harus aku baca pada malam tersebut? Beliau bersabda: “bacalah (artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku).” (HR. Imam Lima selain Abu Dawud. Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Hakim).

Sebab kita telah banyak lalai pada tapak perjalanan usia kita, maka memohon ampunlah. Bangun di malam itu dengan penuh iman dan keikhlasan, agar kita memperoleh keberuntungan. Sebab Allah yang Mahapemurah sangat menyayangi hamba-Nya, disediakannya malam yang penuh kemuliaan. Agar satu malam penuh ibadah, setara dengan ibadah selama delapan puluh tiga tahun lamanya. Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s