Mengusir Ramadhan

Oleh: Lufti Avianto

*) Ditulis untuk Dompet Dhuafa Republika

 

“Wah, asyik nih. Pasti bisnis penjualan pakaianku akan meningkat,”

“Kalau Ramadhan, THR kita berapa kali lipat ya?”

“Nanti lemes dan nggak semangat kerja, deh,”

“Semoga bulan Ramadhan kali ini, aku bisa mengkhatamkan Al-Quran,”

RAMADHAN. Ya, bulan yang mulia itu sudah ada di tengah kita. Cuplikan komentar dan harapan di atas tentang Ramadhan ini, mungkin mewakili sebagian besar masyarakat kita. Memang, Ramadhan selalu disikapi berbeda. Ada yang senang dan ada yang biasa saja, bahkan ada yang tak suka. Cuplikan dua komentar pertama, menunjukkan kebahagiaan seorang Muslim menyambut Ramadhan, meski untuk urusan dunianya saja.

Sementara komentar ketiga, sikap yang merepresentasikan keengganan pada yang penuh berkah itu. Dan yang terakhir inilah, sikap seorang Muslim yang sangat ideal, yakni menyambut Ramadhan dengan harapan agar mampu melaksanakan ibadah dengan seoptimal mungkin. Lalu, sikap yang mana –dari cuplikan di atas– yang mewakili diri kita sendiri?

Padahal, kita sudah kerapkali diingatkan mengenai banyaknya keutamaan di bulan, yang Allah Swt. telah menurunkan Al-Quran. Apa saja keistimewaan bulan Ramadhan?

Allah Swt. akan membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka. Bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu.” (Shahih Muslim No.1793)

Allah yang Mahapengampun dan Mahapemaaf juga akan menggugurkan dosa-dosa kita. Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa melakukan ibadah Ramadhan karena iman dan mengharap ridho-Nya, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lewat.” (Muttafaq Alaih).

Bahkan, di bulan ini, kita bisa memanen pahala. Ibadah sunah diganjar pahala ibadah wajib, sementara ibadah wajib dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Rasulullah bersabda, “Allah ‘Azza wajalla mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunahkan shalat malam harinya. Barangsiapa berpuasa dan shalat malam dengan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Ahmad).

Atau dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda, “barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Tirmidzi).

Di bulan ini, semua kebaikan akan dibalas dengan kebaikan yang berlipat-lipat. Nuansa ibadah sangat kental terasa; shalat tarawih, berbuka puasa dengan anak yatim dan fakir miskin, tilawah al-Quran, mengkaji ilmu, dan berbagai jenis ibadah, dilazimkan.

Sayangnya, nuansa Ramadhan yang indah itu sering dinodai dengan kepentingan pragmatis masyarakat kita. Tunjangan Hari Raya (THR) yang selalu turun di bulan ini, lebih diharapkan daripada ‘turunnya’ al-malam Qadr pada malam ganjil sepuluh terakhir. Semangat shalat tarawih mengalami ‘kemajuan’ shaf, di pertengahan hingga akhir yang dibarengi dengan semangat untuk memasak penganan lebaran.

Atau, kesungguhan untuk mendekorasi rumah dan belanja menjelang Hari Raya, terlihat lebih gigih ketimbang kesungguhan ‘mendekorasi’ hati untuk sebelas bulan berikutnya pasca Ramadhan. Bahkan, menonton televisi dengan tayangan khas ala Ramadhan, lebih kita sukai daripada membaca al-QuranI yang menjanjikan pahala yang melimpah ruah, hidayah serta rahmat-Nya. Ironis.

Kalau ini yang terjadi, sejatinya kita benar-benar tak suka saat Ramadhan hadir. Atau, menikmatinya lebih disebabkan dorongan pragmatisme kebutuhan Ramadhan yang melonjak dibanding bulan sebelumnya. Secara tak kasatmata, kitalah yang sesungguhnya telah mengusir Ramadhan pergi menjauh dari kesenangan hidup kita.

Hadits dari Ibnu Khuzaimah, “andaikan setiap hamba itu tahu apa yang ada di bulan Ramadhan, maka ia akan berharap setahun penuh adalah Ramadhan.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s